SepercikHikmah – Sahabat Sepercikhikmah, Banyak
kejahatan dan perzinaan dimana saja pada zaman ini mungkin penyebab salah satunya
adalah tanyangan telivisi yang Hampir semua stasiun televisi banyak menayangkan
acara yang kurang mendidik dan tidak ramah anak. Sebagian besar tayangan
televisi cenderung memberikan hiburan semata yang bisa mempengaruhi perilaku
keluarga terutama anak-anak.
Penilaian tersebut telah disampaikan Ana Shofawati yang
pernah diamanahi sebagai Ketua IPPNU Kabupaten Kudus kepada NU Online, Kamis
(28/7).
Ia prihatin atas tayangan televisi yang lebih
menonjolkan hiburan tanpa ada unsur pendidikannya.
Ana Shofawati mengatakan bahwa dirinya resah terhadap
tayangan hiburan televisi berupa sinetron dan film yang terdapat unsur
percintaan, kekerasan dengan diwarnai kata-kata kurang sopan (umpatan). Hiburan
semacam itu tidak baik bagi perkembangan anak.
"Bayangkan, anak usia 4 tahun sudah kenal pacaran
karena tayangan sinetron ada adegan percintaan. Anak tahu bagaimana caranya
berkelahi, membentak dan berkata kasar juga berasal dari TV," ujarnya.
Ana yang juga menjadi ibu rumah tangga ini menilai gaya
hidup tayangan (sinetron) TV sangat jauh dari budaya timur. Ia mencontohkan
anak sekolah maupun remaja berhura-hura nongkrong berpakaian mini dan memakai
motor mewah.
"Bahkan kartun yang katanya untuk konsumsi
anak-anak juga banyak mempertontonkan cerita kekerasan. Ini jelas bisa merusak
moral anak-anak atau remaja," tegasnya.
Melihat kondisi demikian, ia mengajak para orang tua
supaya selalu selektif dan mendampingi anak-anak menonton televisi. Bila memungkinkan, orang tua menyiapkan
video-video islami yang berisi kisah-kisah Nabi dan sejenisnya guna mengalihkan
perhatian anak dari hiburan televisi.
"Meskipun sangat susah, coba kita batasi anak
menonton tv. Kalau sudah terlanjur menonton, arahkan pada tontonan yang
mendidik," ujarnya.
Kepada pemerintah dan Komisi Penyiaran dan Informasi
(KPI), Ana mengharapkan mereka menegur atau menindak stasiun televisi yang
menayangkan acara-acara yang mengumbar kekerasan, percintaan, dan tidak ramah
anak.
"KPI sebagai lembaga yang berwenang, jangan
menunggu aduan atau laporan dari masyarakat, baru melakukan peringatan
penindakan," harapnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K/NU Online)
Semoga pemerintah juga mengawasi tayangan televisi yang
seharusnya tak layak ditayangkan agar tidak mempengaruhi perilaku keluarga
terutama anak-anak.
Sumber : www.muslimoderat.com

