Al-Qur'an Sangat Melarang Keras Merebut Istri Atau Suami Orang, Ini Akibatnya !

Barangsiapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya bukanlah dia termasuk dari golongan kami dan barangsiapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia juga bukan golongan kami. (HR. Al Baihaqi)

Merebut pasangan muhrim orang lain apalagi itu kalangan dekat, sama halnya dengan merampas sesuatu yang bukan haknya sehingga sangat menyakit korbannya.


Misalnya, perempuan merebut suami orang atau sebaliknya seorang pria merebut istri orang lain, terlebih mereka dalam lingkaran kekerabatan atau sahabat sehingga ada pihak yang menderita.

“Dalam Islam memang tidak ada istilah karma tetapi dikenal
dengan doktrin sebab akibat, pelaku kejahatan akan mendapat siksa atas dosanya yang berbuat baik akan mendapat pahala,” ujar pengamat Hukum Islam di Banjarmasin, Hj Mariani MHI, kepada BPost Online.

Ancaman dosa ini dari sebab akibat ini diabadikan Alquran dalam Surah Ar Rum ayat 41, As Sajadah ayat 21 dan An Nahl ayat 61.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (Surah Ar Rum ayat 41)

"Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)". (As Sajadah ayat 21)

"Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya". (An Nahl ayat 61)

Tiga surah tersebut, menurut pegawai Kemenag Kalsel ini, mengingatkan setiap ornag bertanggung jawab atau memikul akibat dari segala perbuatannya.


“Tentu saja termasuk dalam kasus mengambil istri atau suamiorang lain sehingga pihak korban menderita,” ujarnya.

Dosa sebab akibat ini yang sering juga diterjemahkan sebagai qisas ini, pasti akan dialami mereka yang sudah melakukan siksaan kepada orang lain.

Bahkan bisa sejak di dunia hingga sampai ke akhirat.
Sumber: reportaseterkini.com

TOLONG JANGAN ABAIKAN SETELAH MEMBACA ARTIKEL INI, BAGIKAN KEPADA TEMAN ANDA DI MEDIA SOSIAL SEMOGA ANDA MEMPEROLEH PAHALA KEBAIKAN AMIIN
" Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya. " (HR. Muslim)
loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==