SepercikHikmah – Sahabat SepercikHikmah, Kanker payud4ra
menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan dan sebagian laki-laki, dewasa
ini. Bagaimana tidak, penyakit ini tak segan mencabut nyawa jika penderita tak
waspada dan menyepelehkannya.
asih penderita kanker payudara, Banjarbaru
Penyebab kanker payud4ra multifaktor. Di antaranya,
menurut dr Ismairin Oesman Sp.B (K) Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta,
karena faktor genetik. Beberapa puluh tahun silam penyakit mematikan ini
menjangkit perempuan dengan rentang usia 40-50 tahun. Namun kini, perempuan
usia muda pun bisa terserang kanker payud4ra.
Data WHO menunjukkan bahwa 78 persen kanker payud4ra
terjadi pada perempuan usia 50 tahun ke atas. Hanya 6 persennya terjadi pada
mereka yang berusia kurang dari 40. Meski demikian, kian hari kian banyak
penderita kanker payud4ra yang berusia 30-an tahun.
Terlambat Menyadarinya
Sahabat SepercikHikmah, Meski jumlah penderita semakin
meningkat, pengetahuan masyarakat tentang kanker payud4ra masih minim sekali.
Belum lagi informasi mengenai operasi kanker yang menyebabkan banyak pasien
kanker payud4ra takut melakukan tindakan medis tersebut.
Kanker, menurut dr Ismairin, merupakan perubahan sel
yang mengalami pertumbuhan tidak normal. Peningkatan jumlah sel tak normal ini
umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. Secara umum, kanker payud4ra
bisa disebabkan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam jaringan payud4ra.
“Selain genetik, gaya hidup dan makanan turut menjadi dalang timbulnya kanker payud4ra,”
ujar dr Ismairin.
Kaum perempuan memang harus waspada pada kesehatan payud4ra.
Pasalnya, butuh waktu sekitar lima tahun pada pertumbuhan awal kanker jika
ukurannya masih di bawah 1 sentimeter sehingga sulit dideteksi. Inilah yang
membuat penderita tidak segera menyadarinya. Umumnya, penderita baru sadar
ketika benjolan sudah besar dan melihat adanya perubahan bentuk fisik payud4ra.
Inilah
Beberapa gejala kanker payud4ra yang perlu diwaspadai, antara lain:
1. Pembengkakan pada seluruh atau sebagian payud4ra,
benjolan yang tidak beraturan.
2. Iritasi pada kulit.
3. Payud4ra atau put1ng terasa nyeri.
4. Put1ng masuk ke dalam.
5. Kulit atau put1ng payud4ra berwarna kemerahan dan
menebal.
6. Keluar cairan selain susu dari put1ng.
7. Benjolan di daerah ketiak.
Lakukan
Pencegahan Seperti di Bawah ini
Sahabat SepercikHikmah, Tentu, menjaga kesehatan
merupakan tanggung jawab setiap pribadi. Salah satu yang perlu dilakukan ialah
menumbuhkan kesadaran diri masing-masing individu. Untuk mencegah kanker payud4ra,
sebaiknya perempuan secara rutin melakukan SADARI (Pemeriksaan Payud4ra
Sendiri) di hari ke-10 setelah menstruasi.
The American Cancer Society menganjurkan perempuan
untuk melakukan SADARI sejak usia 20 tahun. Cara ini dapat digunakan untuk
mendeteksi adanya kelainan pada payud4ra. Namun, jangan khawatir, tidak semua
benjolan ialah tumor atau kanker. Untuk mendiagnosis kanker payud4ra melibatkan
pemeriksaan fisik. Bila ditemukan sesuatu hal mencurigakan, maka berlanjut ke
tes penunjang seperti USG atau mammografi, serta biopsi.
Ada 2 cara pencegahan yang bisa kita terapkan.
Pencegahan primer dilakukan oleh diri kita sendiri, yaitu dengan waspada,
mengetahui, dan menyadari bahwa siapa pun dapat terserang kanker. Untuk itu,
perbaiki gaya hidup dan pola makan kita. Waspadai pula berbagai makanan yang
dicurigai menggunakan bahan pengawet, termasuk makanan sehari-hari yang kita
konsumsi.
“Konsumsilah makanan dan suplemen dari dapur sendiri,”
tegas dr Ismairin. Sebab, makanan yang diolah sendiri akan jauh lebih aman
ketimbang makanan yang kita beli dari luar.
Di samping itu, kita juga mengenal makanan antikanker,
seperti bawang putih, teh hijau atau herbal, tumbuhan laut, dan tanaman obat.
Risiko terkena serangan kanker bisa kita kurangi dengan mengonsumsi makanan
antikanker tersebut.
Sedangkan pencegahan sekunder dilakukan jika sudah
ditemukan kanker. Semakin cepat kanker terdeteksi, pada stadium-stadium awal,
angka harapan untuk bertahan hidup mencapai hingga 90%.
Faktor risiko terkena kanker payud4ra lebih besar
terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, karena adanya perubahan hormon
estrogen dan progesteron. Namun, selain itu ada juga faktor risiko lain, di
antaranya pernah menderita kanker payud4ra sebelumnya, melakukan terapi hormon
pascamenopause dalam jangka waktu lama, terpapar radiasi saat terapi di daerah
dada ketika usia muda, hamil di usia tua dan tidak menyusui, serta gaya hidup
yang tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas
fisik.
Mempunyai anak dan menyusui ternyata mampu menurunkan
risiko terpapar kanker payud4ra. Selain itu, seorang ibu yang menyusui juga Mempunyai
kemungkinan lebih kecil dari masalah kesehatan reproduksi, misal kanker rahim,
kanker indung telur, dan Mempunyai daya tahan lebih kuat untuk menangkis
kedatangan tumor ganas.
Menopause di usia 55 tahun atau lebih dapat meningkatkan
risiko kanker payud4ra. Hal ini bisa terjadi karena perempuan dengan
keterlambatan menopause Mempunyai paparan estrogen lebih lama dibanding mereka
yang telah menopause lebih awal.
Cara mengatasinya dengan Teknik SADARI
SADARI dilakukan dalam dua posisi, yaitu posisi berdiri
dan tidur. Posisi berdiri dapat dilakukan ketika mandi. Caranya, lumuri tangan
dengan sabun agar lebih licin ketika meraba payud4ra. Posisi tidur dilakukan
dengan berbaring di atas tempat tidur. Salah satu tangan diangkat ketika
melakukan pemeriksaan.
Perabaan dimulai dengan teknik pola jam, yaitu meraba
dengan gerakan memijat searah jarum jam 12 kemudian pindah ke arah jam 3, 6, 9
dan kembali ke jam 12. Kemudian, perabaan kedua dilakukan dengan teknik pola
juring atau irisan, yaitu meraba payud4ra dengan gerakan melingkar dari luar ke
dalam. Selanjutnya lakukan teknik mengusap payud4ra naik dan turun.
semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya kaum
wanita.
sumber : ummi-online.com

