Sepercik Hikmah – Allah percayakan dunia dan
seisinya kepada manusia, bukan kepada malaikat ataupun syetan yang hina.
Manusia diharapkan mampu merencanakan, mengolah dan mempersiapkan isi
dunia untuk kemaslahatan umat baik sekarang maupun generasi berikutnya.
Allah SWT telah menyiapkan segala kebutuhan manusia; bahkan semua
kebutuhan makhluk-Nya. Tidak ada satu pun makhluk kecuali telah Allah
siapkan dan Allah sediakan apa yang menjadi keperluan dan kebutuhan
hidupnya. Yang diperlukan adalah upaya dan usaha untuk menjemput rezeki
tersebut dengan cara yang Dia gariskan. Dalam hal ini Allah telah
menggariskan sejumlah pintu bagi manusia untuk memperoleh rezeki yang
halal dan berkah.
1. IKHTIAR
Seorang Muslim tidak boleh berdiam diri, berpangku tangan, dan
ongkang-ongkang kaki. Tidak boleh dengan alasan ingin fokus beribadah ia
malas bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya. Tidak boleh pula
dengan alasan tawakal ia hanya berdiam diri menunggu datangnya rezeki.
Allah menjamin rezeki makhluk; apalagi rezeki manusia. Hanya saja, Allah juga telah mewajibkan manusia untuk bekerja dan berupaya memburunya. Meminta-minta dan mengemis kepada orang, sementara diri masih kuat dan mampu bekerja adalah aib yang sangat dicela dalam agama. Sebaliknya, siapa yang mau bekerja dan mempergunakan potensi yang Allah berikan padanya, ia akan mendapat apresiasi di sisi-Nya.
2. Tawakkal
“Siapa yang mencari nafkah halal guna menjaga dirinya dari
meminta-minta, guna memenuhi kebutuhan keluarga, serta guna berbagi
dengan tetangga, maka ia datang pada hari kiamat dengan wajah laksana
bulan di malam purnama.” (HR Thabrani).
Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada siapa pun yang ingin
menunjukkan tawakalnya kepada Allah dengan melihat pada burung yang
terbang berusaha untuk mendapatkan rezeki-Nya.
“Andaikan kalian bertawakal kepada Allah secara benar, tentu Dia
akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki
kepada burung. Burung pergi (terbang) di waktu pagi dalam kondisi perut
kosong dan kembali dengan perut yang kenyang.” (HR Tirmidzi).
Beriman dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
“Andaikan penduduk negeri beriman dan bertakwa, tentu Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi.” (QS al-A’raf: 96).
Allah juga befirman dalam QS ath-Thalaq: 3.
3. Beristighfar
“Andaikan penduduk negeri beriman dan bertakwa, tentu Kami bukakan untuk mereka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi.” (QS al-A’raf: 96).
Allah juga befirman dalam QS ath-Thalaq: 3.
3. Beristighfar
Cara yang mudah, namun membutuhkan keyakinan dan keimanan yang kuat
adalahberistighfar dan meminta ampunan-Nya. “Maka, aku katakan kepada
mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha
Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dia
akan membanyakkan harta dan anak-anakmu. Serta Dia akan menghadirkan
untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai.” (QS Nuh: 10-12).
4. Sedekah
4. Sedekah
Kemudian, memperbanyak sedekah. Bersedekah tidak akan mengurangi
harta, sebaliknya ia akan bertambah. Karena, yang demikian itu akan
menjaga dan memancing turunnya rezeki Allah. “Tidak berkurang harta karena sedekah.” (HR Tirmidzi).
5. Silaturahim
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan
(diberkahi) usianya, hendaknya menyambung tali silaturahim.” (HR
Muslim).
6. Doa
Dan yang terakhir adalah memperbanyak doa kepada Allah. Doa adalah
senjata orang beriman. Manusia adalah makhluk yang terbatas dan Allah
yang memiliki kekuasaan Mahaluas. Dengan berdoa maka itu menunjukkan
kelemahan kita untuk meminta pertolongan kepada Allah.
Demikianlah kunci-kunci dalam mencari Rizki yang Allah berikan.
Semoga dengan Niat yang benar, cara ihtiar yang benar dan menyikapi
hasilnya dengan benar, Allah akan berikan kemudahan dan keberkahan atas
nikmat-nikmat yang telah didapatkan.
Semoga bermanfaat
=========
Oleh: Fauzi Bahreisy
Oleh: Fauzi Bahreisy
Sumber : percikaniman

